education mechanical engeneering

Hasil penelusuran

Sabtu, 16 Maret 2013

Konsep Evaluasi Program Pembelajaran

 A. Pengertian Evaluasi Program

1. Konsep Dasar Evaluasi
    Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu tes, pengukuran dan penilaian. Tes merupakan salah satu  cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pernyataan ( Djemari Mardapi, 2008:67).
Pengukuran dapat didefinisikan sebagai process by which information about the attributes or characteristics of thing are determinied and differentiated (Oriondo, 1998:2). Sedangkan evaluasi merupakan suatu proses informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa dari tujuan yang dicapai, desain, implementasi dan dampak untuk membantu pertanggungjwaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena.
Wujud dari hasil evaluasi adalah adanya rekomendasi dari evaluator untuk pengambilan keputusan. Menurut suharsimi arikunto dan cepi safruddin (2008:22) ada empat kemungkinan kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program, yaitu :
1.    Menghentikan program
2.    Merevisi program
3.    Melanjutkan program
4.    Menyebarkan program
Evaluasi ada yang bersifat makro dan ada yang bersifat mikro. Evaluasi yang bersifat makro sasarannya adalah program pendidikan, yaitu program yang direncanakan untuk memperbaiki bidang pendidikan. Evaluasi mikro sering digunakan di tingkat kelas. Jadi sasarannya adalah program pembelajaran di kelas dan yang menjadi penanggungjawabnya adalah guru untuk sekolah dan dosen untuk perguruan tinggi (Djemari Mardapi, 2000:2).

2. Program Pembelajaran
 Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin (2008:3-4) ada dua pengertian untuk istilah “program”.yaitu pengertian secara khusus dan umum. Sssecara umum program diartikan sebagai rencana, sedangkan menurut makna khusus adalah suatu unit atau kesatuan  kegiatan yang merupakan relisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam program yang berkesinambungan dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.
Di dalam buku yang lain  Suharsimi ( 2008: 291) mendefinisikan program sebagai sesuatu kegiatan yang direncanakan dengan seksama. Sedang Farida Yunus Tayibnapis (2000:9) mengartikan program sebagai segala sesuatu yang dicoba lakukan seseorang dengan harapan akan mendatangkan hasil atau pengaruh. Dalam buku ini program diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang direncanakan dengan seksama dan pelaksanaannya berlangsung dalam suatu organisasi yang melibatkan banyak orang.
Evaluasi program menurut Joint Committe on Standars for Educational Evaluation (1981:12)Program evaluation that asses educational activities which probide service on a continuing basis and often involve curricular offerings. Program yang yang dibuat guru tidak selamanya efektif dan dapat dilaksanakan dengan baik,maka diperlukan evaluasi pembelajaran yang dapat mengetahui kelemahan yang terjadi dan tidak terjadi lagi.

B. Kegunaan Evaluasi Program Pembelajaran
     
Kegunaan utama evaluasi program pembelajaran yaitu :
1.  Mengkomunikasikan Program kepada Publik           
2.  Menyediakan informasi bagi pembuat keputusan
   Penyediaan informasi bagi pembuatan keputusan dapat dikelompokan menjadi tiga macam, menurut tujuanya, yaitu :
  a. Menunjang pembuatan keputusan tentang perencanaan atau penyusunan program pembelajan berikutnya.
     b. Menunjang pembuatan keputusan tentang kelangsungan atau kelanjutan program pembelajaran.
     c. Menunjang pembuatan keputusan tentang modifikasi program.
3. Penyempurnaan program yang ada
4. Meningkatkan Partisipasi
 
C. Objek Evaluasi Program Pembelajaran
Obyek atau sasaran evaluasi program pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
1) Evaluasi masukan pembelajaran yang menekankan pada penilaian karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2) Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada penilaian pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh pembelajar.
3) Penilaian hasil pemebelajaran untuk mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan tes maupun nontes. Lalu ada dua aspek yang mencakupnya yaitu, aspek marjinal tentang implementasi pembelajaran dan aspek subtansial tentang hasil belajar siswa.
Dalam konsep manajemen mutu, menurut Sudarwan Danim (2007:12-13) mutu pendidikan dilihat dari empat perspektif , yaitu masukan, proses, luaran atau prestasi belajar dan dampak atau utilitas lulusan.
Berdasarkan beberapa asumsi dan pendapat diatas, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa objek evaluasi program pembelajaran yang pokok harus mencakup dua hal :
1. Aspek manajerial, yaitu implementasi rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam bentuk proses pembelajaran.
2. Aspek substansial yaitu hasil belajar siswa setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran yang dirancang oleh guru.

D. Evaluasi Proses Pembelajaran

1. Sasaran
Sasaran evaluasi proses pembelajaran adalah pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran untuk memperoleh pemahaman tentang kinerja guru selama dalam pembelajaran.
2. Tahapan Pelaksaan Evaluasi
Tahapan Pelaksaan Evaluasi proses pemebelajaran adalah penentuan tujuan, menentukan desain evaluasi, pengembangan istrumen evaluasi, pengumpulan informasi/data, analisis dan interprestasi dan tindak lanjut.
a)  Menentukan Tujuan
Tujuan evaluasi proses pembelajaran dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan.
b)  Menentukan Desain Evaluasi
Desain evaluasi proses pembelajaran mencakup rencana evaluasi proses dan pelaksanaan evaluasi
c)  Menyusun Istrumen Penilaian
Istrumen penilaian proses pembelajaran untuk memperoleh informasi deskriptif atau informasi juggemental dapat terwujud.
d) Pemgumpulan Data
Pemgumpulan data atau Informasi dilaksanakan secara objektif dan terbuka agardiperoleh informasi yang dipercaya dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran.
e) Analisis dan Interprestasi
Analisis dan interprestasi dilaksanakan segera setelah data atau informasi terkumpul
f) Tindak Lanjut
Tidak lanjut merupakan kegiatan menindak lanjuti hasil analisis dan interprestasi.

E. Evaluator Program Pembelajaran

Ada dua macam yaitu evaluator dari dalam dan evaluator dari luar, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Evaluator dari dalam mempunyai kelebihan memahami betul program yang akan dievaluasi dan tepat pada sasaran, sedangkan kekurangannya jika pelaksanaannya terburu-buru akan mendapatkan hasil yang tidak sempurna. Evaluator dari luar merupakan orang yang tidak terkait dari implementasi program yang memiliki kelebihan, dapat bertindak secara efektif selama evaluasi dan mengambil kesimpulan sedangkan kekurangannya, orang yang dari luar tersebut belum memahami tentang program pembelajaran yang akan dievaluasi sehingga terjadi pemborosan waktu dan biaya untuk membayar evaluator tersebut.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar